Menuju Pertanian Organik
Dalam bidang Pertanian, segala unsur teknologi budi daya tanaman yang lebih banyak menimbulkan efek negatif terhadap keseimbangan ekosistem Tanah perlu ditinjau kembali untuk dicarikan jalan keluar atau penggantinya. Pertanian organik, Merupakan alternatif pertanian, pengendalian hama terpadu, dan biopestisida merupakan cara-cara alternatif untuk menuju pertanian ramah lingkungan.
Isu pelestarian lingkungan kini begitu kuat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan sehingga segala usaha atau tindakan yang berkaitan dengan pembangunan perlu memasukkan unsur pelestarian ke dalamnya. Berkaitan dengan hal itu, teknologi pertanian yang banyak menimbulkan efek negative terhadap keseimbangan ekosistem perlu ditinjau kembali untuk dicarikan jalan keluar atau penggantinya. Pertanian Organik, Pengendalian hama terpadu, dan biopestisida merupakan cara-cara alternatif dalam menuju pertanian berwawasan lingkungan.
Pestisida merupakan bahan pencemar paling potensial dalam budi daya tanaman. Oleh karena itu, perannya perlu diganti dengan teknologi lain yang lebih berwawasan lingkungan. Pemakaian bibit unggul, pupuk anorganik, dan pestisida memang mampu memberikan hasil yang tinggi. Swasembada beras yang dicapai Indonesia pada tahun 1984 tidak terlepas dari ketiga hal tersebut. Namun, tanpa disadari praktek ini telah menimbulkan masalah dalam usaha pertanian itu sendiri maupun terhadap lingkungan.
Pertanian Organik, Pengendalian Hama Terpadu, dan Biopestisida Pada mulanya penemuan pestisida disambut penuh harap, seakan pestisida mampu menyelesaikan masalah hama tanaman tanpa menimbulkan dampak merugikan terhadap lingkungan setelah muncul hama yang resisten terhadap pestisida, terbunuhnya organisme bukan sasaran, munculnya hama sekunder, dan terjadinya pencemaran lingkungan, masyarakat baru menyadari bahwa masalah pestisida tidak sesederhana yang dipikirkan.
Pertanian Organik
Pada pada tradisional, yaitu pertanian tanpa pupuk anorganik dan memanfaatkan varietas unggul lokal, hasil yang diperoleh cukup tinggi meskipun masukan bahan organik rendah. Pertanian ini juga dinilai mampu menjaga produktivitas jangka panjang.Pada mulanya, Pertanian organik yang berkembang adalah pertanian tradisional yang subsisten. Namun dengan semakin kuatnya isu pengotoran lingkungan, maka pertanian organik ini dinilai mampu menjawab masalah pelestarian lingkungan, termasuk tuntutan untuk mendapatkan bahan makanan sehat dan bebas pencemaran kimiawi. Standar dasar pertanian organik yang dikeluarkan oleh International Federation of Organic Agriculture Movements (IFOAM) adalah:
- Menghasilkan pangan yang kualitas gizinya baik dan dalam jumlah yang cukup.
- Melaksanakan interaksi secara konstruktif dan meningkatkan taraf hidup dengan memperhatikan kondisi lingkungan.
- Mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah.
- Membantu dan melaksanakan usaha konservasi tanah dan air.
- Sedapat mungkin bekerja dengan bahan dan senyawa yang dapat didaur ulang atau digunakan kembali.