<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BaIST &#187; Kegiatan</title>
	<atom:link href="http://baistfoundation.org/cat/kegiatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://baistfoundation.org</link>
	<description>Banten Institute for Social Transformation</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Jul 2009 15:16:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pengembangan Bio Etanol</title>
		<link>http://baistfoundation.org/kegiatan/pengembangan-bio-etanol/</link>
		<comments>http://baistfoundation.org/kegiatan/pengembangan-bio-etanol/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 20:06:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nisaillah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baistfoundation.org/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Bio Fuel, Bio Disel, Bio Gas, Bio Premium, Mikro Hidro, Bio Premium adalah penghasil energi non fosil. Penghasil energi pengganti bahan bakar, artinya perlu adanya pengahsil energi tanpa CO atau carbon aktif dalam isu pemanasan global Bio fuel dalam isu untuk mencari alternative pngganti bahan bakar. Contohnya: tumbuhan jarak bisa menggantikan bio disel tapi tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bio Fuel, Bio Disel, Bio Gas, Bio Premium, Mikro Hidro, Bio Premium adalah penghasil energi non fosil. Penghasil energi pengganti bahan bakar, artinya perlu adanya pengahsil energi tanpa CO atau carbon aktif dalam isu pemanasan global Bio fuel dalam isu untuk mencari alternative pngganti bahan bakar.<span id="more-39"></span> Contohnya: tumbuhan jarak bisa menggantikan bio disel tapi tidak bisa menggantikan, artinya dalam produksi menghasilkan surplus energi. Dalam proses pencarian basis bio Etanol di provinsi banten itu punya gambaran kearah pohon nira, karena provinsi Banten memiliki potensi yang besar akan nira / aren. Di Indonesia baru terdapat satu daerah pengembangan bioetanol dari aren, yaitu di Kendari Sulawesi Tenggara. </p>
<p>Gula aren sejak dulu telah menjadi komoditas utama di Kabupaten Lebak. Penghasil gula aren di Propinsi Banten ini telah memenuhi kebutuhan gula aren masyarakat lokal, nasional bahkan internasional. Berbagai olahan produk gula aren yang mendunia. Diantaranya adalah gula semut yang telah mencapai pasar kelas atas. Permintaan gula aren setiap tahun meningkat. Tahun ini permintaan pasar mencapai 40.000 ton, dan baru terpenuhi separuhnya. Belum terpenuhinya permintaan pasar tersebut dikarenakan kurangnya bahan baku gula aren / nira dari petani.Kurangnya bahan baku yang dikarenakan keterbatasan jumlah pohon aren ini menyebabkan masyarakat belum mau memanfaatkannya dalam bentuk lain selain untuk produksi gula.</p>
<p>Dari hasil survey aren yang dilakukan oleh Tim BaIST di wilayah Kecamatan Malingping, bahwa surpus biotanol dan gula aren yang didapat oleh petani gula aren dalam 5 pohon akan menghasilkan 66 liter dalam sehari. Dari 66 liter nira akan menghasilkan gula aren sebanyak 45 batok atau sama dengan 3 kojor setengah, Perbandingan antara Gula aren dan Biotanol dalam 66 liter, penyulingan biotanol membutuhkan 5 liter sampai dengan 6 liter nira dan akan menghasilkan 1 liter biotanol.</p>
<p>Malingping memang bukan sentra aren, namun tetap dinilai memiliki potensi yang besar. Sedangkan sentra aren Kabupaten Lebak meliputi:</p>
<ul>
<li>Kec. Cijaku : 335,5 ha 6.740 pohon 367,20 produksi</li>
<li>Kec. Muncang : 257,0 ha 6.168 pohon 284,20 produksi</li>
<li>Kec. Gunung Kencana: 92 ha 2.950 pohon 115,20 produksi</li>
<li>Kec. Bojong Manik : 101,0 ha 2.737 pohon 94,56 produksi</li>
<li>Kec. Leuwidamar : 57,0 ha 1.860 pohon 20,64 produksi</li>
<li>Kec. Panggarangan : 127,0 ha 4.160 pohon 153,60 produksi</li>
</ul>
<p>Program ini baru pada tahap penelitian mengenai potensi aren, aspek sosial masyarakat petani aren dan peluang pengembangan bioetanol dari aren. Dalam konteks pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat Banten, pengembangan bioetanol diharakan menjadi salah satu alternatif penembangan ekonomi kerakyatan berbasis teknologi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baistfoundation.org/kegiatan/pengembangan-bio-etanol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diskusi Rutin Mingguan BaIST</title>
		<link>http://baistfoundation.org/kegiatan/diskusi-rutin-mingguan-baist/</link>
		<comments>http://baistfoundation.org/kegiatan/diskusi-rutin-mingguan-baist/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 07:22:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nisaillah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baistfoundation.org/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan anggota BaIST, maka diskusi merupakan media pengembangan wacana dan daya nalar yang dalam jangka panjang diharapkan akan membentuk satu komunitas kajian cair namun ilmiah. Cair dalam arti bahwa diskusi ini terbuka, tidak kaku, dan dapat mengakomodasi semua gaya berpikir dan pemikiran dari seluruh peserta secara partisipatif. Ilmiah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan anggota BaIST, maka diskusi merupakan media pengembangan wacana dan daya nalar yang dalam jangka panjang diharapkan akan membentuk satu komunitas kajian cair namun ilmiah.<span id="more-37"></span> Cair dalam arti bahwa diskusi ini terbuka, tidak kaku, dan dapat mengakomodasi semua gaya berpikir dan pemikiran dari seluruh peserta secara partisipatif. Ilmiah, artinya bahwa walaupun diskusi ini cair, namun tetap berpegang pada prinsip-prinsip keilmiahan, dimana setiap gagasan dan pemikiran yang disampaikan berdasarkan referensi keilmuan, bernilai (bukan diskusi kosong) dan terarah (fokus dengan tema yang dibahas).</p>
<p>Diskusi ini diselenggarakan secara rutin setiap hari Jum&#8217;at jam 20.00-22.00 atau sering disebut dengan &#8220;Kajian Malam Sabtu&#8221;. Awalnya diskusi rutin mingguan ini dilaksanakan setiap malam Minggu. Namun, karena ada pertimbangan beberapa hal, maka pada pertemuan selanjutnya dilaksanakan setiap malam Sabtu. Tema diskusi yang diangkat dapat berupa tema sosial aktual, kebutuhan kapasitas personalia BaIST untuk melaksanakan program, atau berdasarkan aspirasi dari peserta yang telah disepakati bersama.</p>
<p>Program ini dimulai pada Bulan Maret 2009. Pertemuan pertama, diskusi mingguan ini diisi oleh Bapak DR. Ali Fadhilah sebagai nara sumber yang membahas ‘Desain Riset&#8217;. Untuk membangun budaya riset, diperlukan pemahaman dasar-dasar penelitian sosial, kemampuan nalar dan analisa yang tajam dan latihan atau praktek penelitian dari hal-hal kecil yang terjadi di sekitar kita.</p>
<p>Pertemuan kedua, diisi oleh Faedullah untuk mereview materi pada pertemuan sebelumnya mengenai desain riset. Hasil diskusi kali ini merekomendasikan untuk melakukan diskusi cair setiap ada kesempatan, selain yang rutin mingguan. Agar setiap waktu luang dapat dimanfaatkan secara positif.</p>
<p>pertemuan ketiga, yang dilaksanakan pada Jum&#8217;at 10 April 2009, sebagai nara sumber adalah Bapak Kuswata Imam Rusdi dengan materi pembahasan ‘SWOT Analisis&#8217;. Pilihan materi ini merupakan upaya untuk memberikan bekal kemampuan personalia BaIST terkait dengan program terdekat BaIST, yaitu ‘Pengembangan Bio Etanol&#8217; yang saat ini masih dalam tahap penelitian. Program ini dilaksanakan bekerjasama dengan Yayasan SETARA Bogor yang merupakan mitra kerja BaIST sejak pertama kali BaIST didirikan.</p>
<p>Tentang pertemuan selanjutnya, tunggu info mendatang…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baistfoundation.org/kegiatan/diskusi-rutin-mingguan-baist/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->