<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BaIST &#187; Mitra</title>
	<atom:link href="http://baistfoundation.org/cat/mitra/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://baistfoundation.org</link>
	<description>Banten Institute for Social Transformation</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Jul 2009 15:16:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Community Technology Centre</title>
		<link>http://baistfoundation.org/mitra/community-technology-centre/</link>
		<comments>http://baistfoundation.org/mitra/community-technology-centre/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 21:17:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nisaillah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mitra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baistfoundation.org/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Program peningkatan akses petani terhadap teknologi informasi yang disebut dengan Community Technology Centre (CTC) dimulai sejak Desember 2007, bekerja sama dengan Microsoft Corporation dan Formasi Indonesia. Dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat dan pertanian di Banten yang cukup memprihatinkan, rata-rata masyarakat di desa sudah sulit untuk menggarap lahan karena perubahan kepemilikan lahan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Program peningkatan akses petani terhadap teknologi informasi yang disebut dengan Community Technology Centre (CTC) dimulai sejak Desember 2007, bekerja sama dengan Microsoft Corporation dan Formasi Indonesia. Dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat dan pertanian di Banten yang cukup memprihatinkan, rata-rata masyarakat di desa sudah sulit untuk menggarap lahan karena perubahan kepemilikan lahan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang ada di perkotaan.<br />
<span id="more-69"></span><br />
Potensi pertanian yang banyak dimiliki oleh Banten belum dimanfaatkan secara optimal terlebih dengan prilaku dan pola pertanian yang masih tradisional. Sementara di sisi lain percepatan teknologi yang semakin pesat namun kondisi ini belum dioptimalkan untuk mengembangkan teknologi di kalangan petani. Akses pasar yang sifatnya tradisional belum diorientasikan pada pengembangan IT sebagai media promosi dan akses informasi terkait dengan keutuhan petani. Dengan adanya program ini, diharapkan terjadinya perubahan pola pikir dan prilaku masyarakat petani agar lebih terbuka dan memanfaatkan teknologi informasi untuk mengembangkan potensi pertanian yang dimiliki untuk dapat meningkatkan kesejahteraan.</p>
<p>Saat ini BaIST memiliki empat CTC yaitu CTC Menes di Kabupaten Pandeglang, CTC Malingping di Kabupaten Lebak, CTC Pontang dan CTC Anyer di Kabupaten Serang. Selain memberikan pengenalan dan pelatihan komputer dan internet, di CTC para petani juga diarahkan untuk dapat menggunakan komputer sebagai perangkat pendukung dalam usaha pertanian, dan internet sebagai media informasi mengenai segala sesuatu yang terkait dengan dunia pertanian. Petani dapat mencari informasi tentang teknologi pertanian, harga produk pertanian di pasar, harga pupuk, pasar untuk hasil pertanian, informasi cuaca dan lain sebagainya. Sehingga petani dapat mengkalkulasikan kemungkinan-kemungkinan langkah dan tindakan yang dapat diambil untuk pertaniannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baistfoundation.org/mitra/community-technology-centre/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pondok Pesantren Modern Nurul Alami</title>
		<link>http://baistfoundation.org/mitra/ponpes-nurul-alami/</link>
		<comments>http://baistfoundation.org/mitra/ponpes-nurul-alami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 20:31:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ibnu Zakaria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mitra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baistfoundation.org/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Ponpes Modern Nurul Alami yang terletak di Kampung Panyaweuyan, desa Dahu, Kec. Cikeusal, Kab. Serang &#8211; Banten merupakan pondok modern berbasis agrobisnis yang saat ini sedang mengembangkan pola Pertanian Terpadu (Integrated Farming) yang meiliputi kegiatan pertanian (tanaman pangan dan hortikultura), perikanan, peternakan, perkebunan dan tanaman kehutanan.

Pola Pertanian Terpadu tersebut dimaksudkan agar terjadi suatu simbiosa mutualisma [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ponpes Modern Nurul Alami yang terletak di Kampung Panyaweuyan, desa Dahu, Kec. Cikeusal, Kab. Serang &#8211; Banten merupakan pondok modern berbasis agrobisnis yang saat ini sedang mengembangkan pola Pertanian Terpadu (<em>Integrated Farming</em>) yang meiliputi kegiatan pertanian (tanaman pangan dan hortikultura), perikanan, peternakan, perkebunan dan tanaman kehutanan.<br />
<span id="more-64"></span><br />
Pola Pertanian Terpadu tersebut dimaksudkan agar terjadi suatu simbiosa mutualisma (saling menguntungkan) sehingga tidak ada bahan yang terbuang dari lingkaran sistem tersebut yang akan termanfaatkan semuanya mulai dari hasil produksinya sampai dengan limbah yang dihasilkan.</p>
<p>Pengelolaan Pertanian Terpadu ini tentunya harus didasarkan kepada konsep kembali ke alam dengan menggunakan Teknologi Tepat Guna dan Ramah Lingkungan, serta berkesinambungan. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah pemanfaatan mikro-organisme pengurai dan teknologi alamiah yang mengadopsi kejadian petir (<em>Plasm Technology</em>) sebagai bio stimulan yang akan bekerja secara efektif di dalam tanah, sehingga mampu mengembalikan kondisi tanah kembali seperti sedia kala.</p>
<p>Pembangunan bidang agrobisnis di Ponpes Modern Nurul Alami dimaksudkan sebagai pendukung dalam membangun kemandirian dan ketahanan pangan pondok sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian.</p>
<p>Pada tanggal 27 &#8211; 30 Maret 2009, Ponpes Modern Nurul Alami melakukan panen padi organik perdana dilahan sekitar 3.000 m2, dengan hasil yang cukup menggembirakan, yaitu menghasilkan 9 ton per hektar (gabah basah). Hal ini cukup spektakuler mengigat penggunaan teknologi yang digunakan mampu memperbaiki produktivitas lahan, yang biasanya panen padi dengan pemupukan kimia di wilayah sekitar pondok hanya mampu menghasilkan 5 &#8211; 6 ton per hektar.</p>
<p>Dari hasil panen gabah basah tersebut 9 ton/hektar, setelah di jemur menghasikan gabah kering giling (GKG) sebesar 7,2 ton per hektar, dan setelah GKG digiling menghasilkan beras sebanyak 4,82 ton beras per hektar, yang berarti rendemen 67 % dari GKG.</p>
<p>Oleh karena itu perlu penggunaan teknologi yang tepat guna dan ramah lingkungan harus terus dikembangkan sehingga selain dari hasil yang panen yang menyehatkan juga akan memperbaiki tanah yang telah 30 tahun rusak akibat penggunaan bahan-bahan kimia yang tidak terkendali.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baistfoundation.org/mitra/ponpes-nurul-alami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desa Linduk, Kec. Pontang</title>
		<link>http://baistfoundation.org/mitra/desa-linduk/</link>
		<comments>http://baistfoundation.org/mitra/desa-linduk/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 20:23:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nisaillah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mitra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baistfoundation.org/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Secara administratif Desa Linduk berada di wilayah Kecamatan Pontang Kabupaten Serang. Letak geografisnya di sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah selatan dengan Kelurahan Pulo Kencana Desa Tembakang, sebelah barat dengan Kelurahan Sukajaya Desa Setu, dan sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Kubang Puji Desa Sukaratu. Luas wilayahnya 670 Ha yang berada di ketinggian 200 MDPL [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara administratif Desa Linduk berada di wilayah Kecamatan Pontang Kabupaten Serang. Letak geografisnya di sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah selatan dengan Kelurahan Pulo Kencana Desa Tembakang, sebelah barat dengan Kelurahan Sukajaya Desa Setu, dan sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Kubang Puji Desa Sukaratu.<span id="more-62"></span> Luas wilayahnya 670 Ha yang berada di ketinggian 200 MDPL di atas permukaan laut menjadikan Desa Linduk termasuk dalam kategori desa pesisir pantai. Lahan di wilayah Desa Linduk digunakan untuk perikanan seluas 270 Ha, pertanian 257 Ha dan pemukiman penduduk seluas 130 Ha. Sedangkan sebagian yang lain dipergunakan untuk yang lainnya seperti fasilitas umum, perkantoran pemerintah dan lain sebagainya.</p>
<p>Jumlah keseluruhan penduduk di Desa Linduk sebanyak 5000 orang yang meliputi tiga kampung yaitu Kampung Linduk, Kampung Pamanyaran dan Kampung Bayongbong. Dengan rincian penduduk berdasarkan usia sebagai berikut :</p>
<table>
<th>
<td rowspan="2">No.</td>
<td rowspan="2">Usia (Tahun)</td>
<td>Jenis Kelamin</td>
<td>Jumlah</td>
</th>
<th>
<td>Laki-laki</td>
<td>Perempuan</td>
</th>
<tr>
<td>1.</td>
<td>0-5</td>
<td>60</td>
<td>70</td>
<td>130</td>
</tr>
<tr>
<td>2.</td>
<td>6-12</td>
<td>398</td>
<td>430</td>
<td>428</td>
</tr>
<tr>
<td>3.</td>
<td>13-21</td>
<td>517</td>
<td>700</td>
<td>1217</td>
</tr>
<tr>
<td>4.</td>
<td>22-45</td>
<td>525</td>
<td>600</td>
<td>1125</td>
</tr>
<tr>
<td>5.</td>
<td>46-70</td>
<td>800</td>
<td>900</td>
<td>1700</td>
<tr>
<tr>
<td>6.</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>2300</td>
<td>2700</td>
<td>5000</td>
</tr>
<p>Populasi penduduk di atas tersebar dalam tiga RW yang terdiri dari; 8 RT di RW 01 atau Kampung Linduk, 3 RT di RW 02 atau Kampung Pamanyaran, dan 9 RT di RW 03 atau Kampung Byongbong. Sebagaian besar mata pencaharian penduduknya adalah petani dan peternak ikan. Pertanian di desa ini sudah menggunakan sistem pengairan irigasi dengan komoditas utama padi. Sedangkan perikanan yang dikembangkan berupa empang ikan bandeng dan tambak-tambak udang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baistfoundation.org/mitra/desa-linduk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desa Curug</title>
		<link>http://baistfoundation.org/mitra/desa-curug/</link>
		<comments>http://baistfoundation.org/mitra/desa-curug/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 19:07:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nisaillah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mitra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baistfoundation.org/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Secara administrasi Desa Curug masuk dalam wilayah kecamatan Curug, Kota Serang. Terletak di tengah-tengah kecamatan Curug, berdekatan dengan kantor kecamatan, jarak tempuh dari kota kecamatan 500 m dalam waktu 5 menit. Jarak dari Kota Serang sekitar 5 km dengan jarak tempuh 25 menit.

Secara geografis luas wilayah 168 hektar dengan batas wilayah sebagai berikut : sebelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara administrasi Desa Curug masuk dalam wilayah kecamatan Curug, Kota Serang. Terletak di tengah-tengah kecamatan Curug, berdekatan dengan kantor kecamatan, jarak tempuh dari kota kecamatan 500 m dalam waktu 5 menit. Jarak dari Kota Serang sekitar 5 km dengan jarak tempuh 25 menit.<br />
<span id="more-42"></span><br />
Secara geografis luas wilayah 168 hektar dengan batas wilayah sebagai berikut : sebelah barat berbatasan dengan Desa Sukawana, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Tinggar, dan sebelah utara berbatasan dengan Desa Sukajaya. Wilayahnya terdiri dari sawah tadah hujan seluas 36 ha, 23 ha tegal/ladang, 97 ha pemukiman, 3 ha tanah perkebuan rakyat, 7 ha tanah fasilitas umum (kas desa), dan 2 ha perkantoran pemerintah. Secara kelembagaan Desa Curug terbagi dalam 7 RW dan 11 RT.</p>
<p>Total penduduknya berjumlah 3.546 orang yang terdiri dari laki-laki berjumlah 1.284 orang dan perempuan berjumlah 1.722 orang yang terbagi dalam 841 kepala keluarga. Penduduknya masyoritas bermatapencaharian pokok sebagai petani. Da sisanya bergerak sebagai buruh tani, buruh swasta, PNS, pengrajin, pedagang, peternak, montir dan dokter. </p>
<p>Pendidikan formal dan non formal berjalan dengan baik. Tingkat pendidikan formal yang ditempuh masyarakat dari total jumlah penduduk dengan spesifikasi sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>belum sekolah sebanyak 664 orang, usia 7-45 tahun tidak pernah sekolah 211 orang, pernah SD tapi tidak tamat 217 orang</li>
<li>tamat SD/sederajat 1042 orang</li>
<li>tamat SLTP/sederajat 897 orang</li>
<li>tamat SLTA/sederajat 493 orang</li>
<li>D2 9 orang</li>
<li>S1 11 orang, dan </li>
<li>tamat S2 sebanyak 2 orang</li>
<p>Pendidikan non formal lebih cenderung pada pendidikan keagamaan dalam bentuk majlis ta’lim yang dilaksanakan 2 mingguan, Taman Kanak-kanak Al-Qurán, Taman Pendidikan Al-Qurán, pondok pesantren, dan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan skill dan keterampilan.</p>
<p>Lembaga pemerintah di Desa Curug cukup terbangun dengan baik dengan aparat dan sarana yang memadai. Sudah ada pemerintahan desa yang dikepalai oleh seorang kepala desa hasil pemilihan. Sudah terbentuk Badan Perwakilan Desa yang melakukan musyawarah desa. Sedangkan lembaga kemasyarakatan yang ada terdiri dari Organisasi Karang Taruna, PKK, organisasi pemuda, LKMD dan kelompok gotong royong. Lembaga-lembaga kemasyarakatan ini cukup aktif dalam melakukan pemberdayaan masyarakat baik di bidang sosial, ekonomi, pendidikan dan olah raga, sehingga masyarakat Desa Curug cukup dinamis.</p>
<p>Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, beberapa potensi ekonomi yang dikembangkan diantaranya potensi Industri kerajinan, Industri pakaian, Industri bahan bangunan, home industri, pembuatan tempe, daun kaung untuk djadikan bungkus rokok, pembuatan batu bata, Warung kelontong, perusahaan angkutan, Tengkulak dan Usaha peternakan. Ditunjang dengan sarana transportasi yang baik, potensi-potensi ekonomi di atas berkembang cukup pesat. Bahka, dalam bidang pertanian, Desa Curug pernah mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik bekerjasama dengan LIPI.</p>
<p>Potensi pertanian (tanaman pangan) terdiri dari Padi seluas 7 ha yang menghasilkan rata-rata 10 ton per-ha, ubi kayu seluas 4 ha (6 ton per-ha), Perkebunan rambutan 9 ha (45 ton/ha), mangga 4 ha (8 ton per-ha), kehutanan dengan hasil hutan utama bambu menghasilkan sebanyak 7783 batang pertahun.</p>
<p>Usaha peternakan, terutama peternakan ayan dijadikan usaha oleh masyarakat pada umumnya. Kapasitas ternak yang dihasilkan adalah ; ayam sebanya 450.000 ekor pertahun dan bebek 300 ekor pertahun. Serta produksi hasil ternak berupa telur sebanya 250 kg /tahun dan daging yang dapat mencapai 900.000 kg/tahun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baistfoundation.org/mitra/desa-curug/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->