Pondok Pesantren Modern Nurul Alami

Oleh Ibnu Zakaria @ Sunday, 10 May 2009 | FaceBook

Ponpes Modern Nurul Alami yang terletak di Kampung Panyaweuyan, desa Dahu, Kec. Cikeusal, Kab. Serang – Banten merupakan pondok modern berbasis agrobisnis yang saat ini sedang mengembangkan pola Pertanian Terpadu (Integrated Farming) yang meiliputi kegiatan pertanian (tanaman pangan dan hortikultura), perikanan, peternakan, perkebunan dan tanaman kehutanan.

Pola Pertanian Terpadu tersebut dimaksudkan agar terjadi suatu simbiosa mutualisma (saling menguntungkan) sehingga tidak ada bahan yang terbuang dari lingkaran sistem tersebut yang akan termanfaatkan semuanya mulai dari hasil produksinya sampai dengan limbah yang dihasilkan.

Pengelolaan Pertanian Terpadu ini tentunya harus didasarkan kepada konsep kembali ke alam dengan menggunakan Teknologi Tepat Guna dan Ramah Lingkungan, serta berkesinambungan. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah pemanfaatan mikro-organisme pengurai dan teknologi alamiah yang mengadopsi kejadian petir (Plasm Technology) sebagai bio stimulan yang akan bekerja secara efektif di dalam tanah, sehingga mampu mengembalikan kondisi tanah kembali seperti sedia kala.

Pembangunan bidang agrobisnis di Ponpes Modern Nurul Alami dimaksudkan sebagai pendukung dalam membangun kemandirian dan ketahanan pangan pondok sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian.

Pada tanggal 27 – 30 Maret 2009, Ponpes Modern Nurul Alami melakukan panen padi organik perdana dilahan sekitar 3.000 m2, dengan hasil yang cukup menggembirakan, yaitu menghasilkan 9 ton per hektar (gabah basah). Hal ini cukup spektakuler mengigat penggunaan teknologi yang digunakan mampu memperbaiki produktivitas lahan, yang biasanya panen padi dengan pemupukan kimia di wilayah sekitar pondok hanya mampu menghasilkan 5 – 6 ton per hektar.

Dari hasil panen gabah basah tersebut 9 ton/hektar, setelah di jemur menghasikan gabah kering giling (GKG) sebesar 7,2 ton per hektar, dan setelah GKG digiling menghasilkan beras sebanyak 4,82 ton beras per hektar, yang berarti rendemen 67 % dari GKG.

Oleh karena itu perlu penggunaan teknologi yang tepat guna dan ramah lingkungan harus terus dikembangkan sehingga selain dari hasil yang panen yang menyehatkan juga akan memperbaiki tanah yang telah 30 tahun rusak akibat penggunaan bahan-bahan kimia yang tidak terkendali.

Tanggapan

  1. Nurul Alami @ Wednesday, 20 May 2009 15:56

    pak ibnu kapan berkunjung lagi nih ke ponpes

  2. Ponpes Daruttaufiq @ Wednesday, 20 May 2009 15:58

    perlunya peningkataan Pertanian Mandiri Berangkat dari Pondok Pesantren

    Muhibbudin

Beri Tanggapan

Tag XHTML:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CopyLeft © 2007 - 2010 BaIST - Banten Institute for Social Transformation